Selasa, 19 April 2011

PENGARUH PEMBERIAN PEKERJAAN RUMAH (PR) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 GAMBUT TAHUN AJARAN 2007/2008


PENGARUH PEMBERIAN PEKERJAAN RUMAH (PR) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 GAMBUT TAHUN AJARAN 2007/2008

A.       Latar Belakang
Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang, yang giat membangun negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan untuk itu melalui pendidikan.
Pendidikan pada hakikatnya adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan guna meningkatkan kecerdasan dan keterampilan, melalui proses belajar. “Proses belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja terlepas dari ada yang mengajar atau tidak. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi individu dengan lingkungan”. (Sadiman, 1998 : 1).
Dari uraian di atas kiranya cukup jelas bahwa keluarga merupakan tempat terselenggaranya pendidikan anak, khususnya pada tahap awal perkembangannya, baik perkembangan fisik maupun perkembangan pemikiran kedewasaan.
Berbicara mengenai pendidikan dalam keluarga maka orang tualah yang pertama bertanggung jawab dalam mendidik anak. Sebagai salah satu perwujudannya adalah dengan membimbing dan membina serta memberi arahan kepada anak dalam mengerjakan tugas pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Sebagai orang tua dia akan selalu berusaha membina anaknya, menanamkan disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas dan tanggung jawab terhadap tugas dari sekolah, seperti pekerjaan rumah (PR) dengan tanpa meninggalkan tugas yang diberikan oleh orang tuanya sendiri.
Dalam pendidikan formal guru adalah unsur manusiawi dalam pendidikan. Guru adalah figur manusia sumber yang menempati posisi dengan memegang peranan penting dalam pendidikan. Ketika semua orang mempersoalkan masalah dunia pendidikan, figur guru mesti terlibat dalam agenda pembicaraan, terutama yang menyangkut persoalan pendidikan formal di sekolah. Hal itu tidak dapat disangkal, karena lembaga pendidikan formal adalah dunia kehidupan guru. Sebagian waktu guru ada di sekolah, sisanya ada di rumah dan masyarakat. (Djamarah, 2000 : 1).
Pemberian pekerjaan rumah (PR) merupakan salah satu metode mengajar yang digunakan oleh seorang guru, agar hasil belajar siswa memuaskan sesuai dengan tujuan. Oleh karenanya guru harus merumuskan tujuan dengan jelas yang bisa dicapai oleh murid. Tujuan yang dirumuskan guru haruslah bersifat merangsang agar siswa berusaha maksimal dan lebih baik, memupuk inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri. Dengan begitu siswa akan lebih bersifat konstruktif, kaya dengan pengalaman sehingga mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.
Dan hasil yang diharapkan dalam penelitian ini bahwa dengan diberinya tugas pekerjaan rumah (PR) hasil belajar siswa akan jauh lebih meningkat yang ditunjukkan dengan nilai atau prestasi siswa yang memuaskan secara konkrit.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis sangat tertarik untuk mengadakan kajian ilmiah dalam bentuk skripsi yang berjudul: Pengaruh Pemberian Pekerjaan Rumah (PR) Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa kelas X Semester II SMA Negeri 1 Gambut Tahun Ajaran 2007/2008.

B.        Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis paparkan di atas, dapat penulis rumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.         Faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa?
2.         Seberapa besar pengaruh pemberian pekerjaan rumah (PR) terhadap hasil belajar matematika siswa ?

C.       Pembatasan Masalah
Ruang lingkup yang menjadi batasan permasalahan, yakni :
1.         Materi operasi matriks
2.         Siswa kelas X semester II

D.       Tujuan Penelitian
1.         Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa
2.         Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Gambut terhadap pemberian pekerjaan rumah (PR)

E.        Manfaat Penelitian
Penulis berharap semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan, terutama :
1.         Bagi pribadi peneliti
Sebagai calon guru agar dapat menjadi gambaran yang jelas tentang pengaruh pemberian pekerjaan rumah (PR) terhadap hasil belajar matematika siswa.
2.         Bagi SMA Negeri 1 Gambut
Penuli berharap, karya ilmiah ini kiranya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa serta kreativitas siswa dan kemampuan guru dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.
3.         Bagi STKIP-PGRI Banjarmasin Jurusan Matematika
Untuk menambah koleksi kepustakaan, khususnya dalam penelitian pendidikan matematika.




F.        Anggapan Dasar
Yang menjadi anggapan dasar dalam penelitian adalah  :
1.         Seorang guru matematika dianggap sebagai orang yang sudah memenuhi syarat untuk mengajar.
2.         Nilai tes matematika dianggap benar-benar menunjukkan tingkat keberhasilan belajar siswa.
3.         Tes yang dilaksanakan dianggap telah memenuhi persyaratan tes yang baik.
4.         Guru memakai bahan buku yang relevan.

G.       Tujuan Pustaka
A.       Pengertian Belajar
Belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam potensi tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari latihan dengan penguatan dan tidak termasuk perubahan-perubahan karena kematangan, kelemahan atau kerusakan pada susunan syaraf atau mengetahui dan memahami sesuatu sehingga terjadi perubahan dalam diri seseorang yang belajar. (Lisnawaty dkk, 1993 : 10).
Belajar diartikan sebagai aktivitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri belajar di bawah bimbingan pengajar. Sedangkan mengajar diartikan sebagai aktivitas mengarahkan, memberikan kemudahan bagaimanan cara menemukan sesuatu (bukan memberi sesuatu) berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh pelajar. (Tirtarahardja & Sula, 2000 : 51).
Sardiman, A.M. (2000 : 21) mendefinisikan ”belajar adalah berubah” dan ”penambahan pengetahuan”. Dalam hal ini yang dimaksud belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapu juga berbentuk kecakapan, ketrampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, waktu, penyesuaian diri. Jelasnya menyangkut segala aspek organisme dan tingkah laku pribadi seseorang. Dapat dikatakan juga bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menunjuk ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, efektif dan psikomotorik.
Beranjak dari pengertian di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa belajar khususnya belajar matematika merupakan suatu proses perubahan dari seseorang dalam memperoleh kebiasaan, pengetahuan, sikap sehingga dalam memperoleh kebiasaan, pengetahuan, sikap sehingga dapat mengatasi dan penyelesaian terhadao situasi baru. Proses perubahan itu berupa kegiatan belajar-mengajar atau dengan latihan-latihan. Hasil dari perubahan-perubahan itu dapat berupa perubahan tingkah laku, prestasi belajar, sikap dan sebagainya.


B.        Metode Mengajar
Salah satu metode mengajar yang digunakan oleh seorang guru untuk tercapainya tujuan pendidikan baik tujuan secara umum maupun tujuan secara khusus adalah dengan memberikan tugas pekerjaan rumah (PR) kepada para anak didik. Dengan metode pemberian tugas pekerjaan rumah (PR) ini diharapkan akan bisa mengangkat hasil belajar siswa dengan lebih baik.
Salah satu jalan untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu dengan menggunakan strategi belajar. ”Strategi belajar mengajar dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan guru dan murid di dalam perwujudan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan tertentu” (Ahmadi dkk, 1997 : 46).
Mengajar disebut afektif bila tujuan pengajaran yang dirumuskan dapat dicapai. Selain menggunakan strategi belajar mengajar secara tepat, guru harus memperhatikan beberapa faktor antara lain : faktor situasi interaksi antara guru,  murid, dan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan. Jadi untuk mengajar yang efektif, disamping menggunakan strategi belajar mengajar yang tepat juga harus memperhatikan dan melaksanakan prinsip-prinsip mengajar (Ahmadi dkk, 1997 : 45).
Metode mengajar adalah suaty cara/jalan yang harus dilalui di dalam mengajar. Mengajar itu sendiri menurut lhn.S. Ulih bukit karo-karo (Winatapura, 1998 : 8) adalah menyajikan bahan pelajaran oleh orang kepada orang lain agar orang lain itu menerima, menguasai dan mengembangkannya. Di dalam lembaga pendidikan orang lain yang disebut di atas disebut sebagai murid/siswa dan mahasiswa, yang dalam proses belajar dapat menerima, menguasai dan lebih-lebih mengembangkan bahan pelajaran itu, maka cara-cara mengajar serta cara belajar haruslah setepat-tepatnya dan seefisien serta seefektif mungkin.
Metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji dan data, yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut, maka usaha pengembangan metode itu sendiri merupakan syarat mutlak. Dengan demikian, melalui tinjauan akademik, pengetahuan mengenai metode ini merupakan bagian yang tiada terpisahkan dari keseluruhan disiplin yang bersangkutan. (Barnadib, 1997 : 85).
Metode adalah cara yang tersusun dan teratur, untuk mencapai tujuan, khususnya dalam hal ilmu pengetahuan. (Daryanto S.S., 1997 : 439).
Metode mengajar akan ditemukan pada saat guru melaksanakan proses pembelajaran. Namun tidak ada pegangan yang pasti tentang cara mendapatkan metode mengajar yang paling tepat. Tepat tidaknya suatu metode, baru terbukti dari hasil belajar murid. Jadi yang dapat diketahui adalah hasil atau produknya (Nasution, 1999 : 43).



C.       Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1.      Faktor internal
2.      Faktor eksternal


D.       Materi Pembahasan
Dalam materi teori matrik SMA kelas X semester II terdiri dari beberapa pokok bahasan yaitu :
1.      Penjumlahan dan pengurangan
a.      Penjumlahan matrik
Dua buah matrik A ber ordo mxn dan B ber ordo sxt dapat di jumlahkan jika ordonya sama (m=s dan n=t) cara menjumlahkannya yaitu dengan menjumlahkan elemen-elemen yang seletak.
Contoh :
Diketahui matrik-matrik A = 3 dan B 1 tentukan A+B
Penyelesaian :
A + B = + = =


b.     Pengurangan matrik
Pengurangan matrik A dengan matrik B adalah penjumlahan matrik A dengan lawan matrik B yang dapat dinyatakan dengan rumus A – B = A + (-B)

Contoh :
Diketahui matrik-matrik P = dan Q = tentukan PQ !
Penyelesaian :
P - Q P + (-Q)
=  +
=

2.      Perkalian bilangan real dengan matrik
Sebuah matrik di kalikan dengan sebuah bilangan maka akan terbentuk matrik baru yang semua elemennya merupakan hasil kali bilangan tersebut dengan unsur matrik semula.
Contoh :
Diketahui A = tentukan matrik berikut ini !
a.      2 A      b. ½ A
Penyelesaian :
2A = 2  =
2A = 2  = 


3.      Perkalian matrik
Dua buah matrik dapat dikalikan jika jumlah kolom matrik pertama sama dengan jumlah baris matrik kedua, dan hasil perkaliannya adalah matrik yang berordo jumlah baris matrik pertama kali kolom kedua.
Contoh :
Diketahui R =   S =
Penyelesaian
R – S   =  =

4.      Invers matrik
Dua matrik yang saling invers
Untuk memahami pengertian dua matrik yang saling invers. Perhatian matrik A dan matrik B yang masing-masing merupakan matrik berordo 2 x 2
Contoh :
Tentukan invers dari A =
Penyelesaian
A-1    =
         = ½
         =

H.       Hipotesis
Berdasarkan anggapan dasar di atas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (Pilih salah satu hipotesis)
H1  : Ada perbedaan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan pekerjaan rumah (PR) dengan hasil belajar matematika siswa yang tanpa pekerjaan rumah (PR) pada kelas X Semester II SMA Negeri 1 Gambut tahun ajaran 2007/2008.
Faktor-faktor yang memepengaruhi adalah:
1)     Tidak adanya tugas pekerjaan rumah dari guru matematika
2)     Latar belakang pendidikan siswa
3)     Kurangnya bimbingan orang tua
4)     Lingkungan tempat tinggal siswa yang kurang mendukung

METODE PENELITIAN

A.       Rencana Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian melibatkan dua kelompok yaitu kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol. Pada kelompok eksperimen diberi tugas pekerjaan rumah sedangkan pada kelas kontrol tidak diberi tugas pekerjaan rumah.

B.        Populasi dan Sampel
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Gambut Tahun ajaran 2007/2008 berjumlah 83 siswa, yang tersebar dalam 2 kelas, yaitu kelas I1 dan I2.
Sampel penelitian adalah sampel total.
Penyebaran populasi dan sampel dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel 1
Penyebaran Populasi dan Sampel
Kelas X SMA Negeri 1 Gambut
Kelas
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
I1
I2
25
26
17
15
42
41
Jumlah
51
32
83
C.       Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik dokumenter. Teknik ini digunakan untuk mengetahui data hasil tes formatif pelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru matematika yang bersangkutan.

D.       Instrumen Penelitian
Instrumen pengumpul data atau pemilih alat dan bahan yang penulis gunakan dalam penelitian adalah dokumen dan tes.
1.      Dokumen
Adapun dokumen yang digunakan penulis dalam penelitian berupa daftar nilai siswa hasil tes formatif
2.      Tes
Tes diberikan dalam pokok bahasan operasi matrik. Tes yang digunakan dianggap benar-benar telah memenuhi persyaratan tes yang baik.

E.        Teknik Analisis Data
Agar data yang diperoleh itu bermakna maka data tersebut perlu dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Adapun rumus yang digunakan untuk mencari ada atau tidaknya perbedaan antara prestasi hasil belajar matematika dengan menggunakan tugas pekerjaan rumah dan yang tidak menggunakan tugas pekerjaan rumah adalah rumus statistik t- test yaitu:
t     =        dimana,
S    =
Keterangan:
t     = Harga koefisien t-test
X1  = Rata-rata hitung dari hasil tes kelompok I
X2  = Rata-rata hitung dari hasil tes kelompok II
n1   = Jumlah sampel keompok I
n2   = Jumlah sampel kelompok II
S    = Simpangan baku kelompok I dan II
S1   = Simpangan baku kelompok I
S2   = Simpangan baku kelompok II
n1 + n2 – 2 = derajat kebebasan dan menggunakan taraf signifikan 5%.
Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata hitung dan simpangan baku dari masing-masing kelompok adalah sebagai berikut:
Rata-rata hitung
Simpangan baku (s) =
Keterangan:
xi    = Menyatakan nilai
fi    = Frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
  = Rata-rata hitung
Untuk menentukan signifikan atau tidaknya hasil tes digunakan sebagai berikut:
Pada statistik t-test digunakan uji dua pihak, derajat kebebasan       = n1 + n2 – 2 dengan taraf signifikan 5% dan kriteria pengujian sebagai berikut :
§   Jika –t (0,025; db) < th < t (0,025; db), maka H0 diterima dan H1 di tolak
§   Jika th < - t (0,25; db) atau th > t (0,025; db) maka H0 di tolak dan H1 di terima.
Keterangan :
db = derajat kebebasan
th = harga t hitung
















DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, 1994, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, Rineka Cipta, Jakarta.

____, 1997, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta

Abdurrahman, dkk, 2001, Pegangan Matematika SMU Kelas I, Armico, Bandung

Djamarah, 2000, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, Rineka Cipta, Jakarta.

Daryanto S.S, 1997, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, Apollo, Surabaya.

Nasution, 1999, Teknologi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta.

Slameto, 1995, Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Sardimn A.M., 2000, Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Rajawali Perss, Jakarta.

Sukamadinata, 1997, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sudjana, 1996, Metode Statistik, Tarsita, Bandung, cet. VI

Unlam, 2000, Petunjuk Penyusunan Skripsi Edisi III, Banjarmasin







PENGARUH PEMBERIAN PEKERJAAN RUMAH (PR) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS
X SEMESTER II SMA NEGERI 1 GAMBUT
TAHUN AJARAN 2007/2008

P R O P O S A L

Untuk Memenuhi Tugas Akhir
Mata Kuliah Penelitian Pengajaran Matematika

Oleh  
MA’RIFAH MAR’IE
NPM. 306.11.201302.06.015
















SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
( STKIP-PGRI) BANJARMASIN
2008
TUGAS AKHIR MATA KULIAH
PROFESI KEPENDIDIKAN


Dosen Pengasuh : Drs. H.M. Royani, M.Pd

Oleh  
MA’RIFAH MAR’IE
NPM. 306.11.201302.06.015

Program Studi  Matematika















SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
( STKIP-PGRI) BANJARMASIN
2008
STRUKTUR ORGANISASI
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 GAMBUT
TAHUN PELAJARAN 2007/2008








 






















STRUKTUR ORGANISASI
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 MARTAPURA
TAHUN AJARAN 2007/2008













 























STRUKTUR ORGANISASI
MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI MUARA DURIAN GAMBUT








 












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar